Kamis, 02 Agustus 2012

ASKEP Keluarga Anak Sekolah

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Salah satu aspek penting dari perawatan adalah penekananya pada unik keluarga. Keluarga merupakan unit dasar dari masyarakat dan lembaga sosial yang paling banyak memiliki efek-efek menonjol terhadap anggota keluarga. Tujuan utama dari keluarga adalah sebagai perantara menanggung semua harapan-harapan dan kewajiban masyarakat serta membentuk dan mengubah sampai taraf tertentu hingga dapat memenuhi kebutuhan dan kepentingan setiap anggota atau individu dalam keluarga. Setiap anggota keluarga memiliki kebutuhan dasar fisik, pribadi, dan sosial. Keluarga harus berfungsi menjadi perantara bagi tuntutan-tuntutan dan harapan dari semua individu yang ada dalam unit keluarga.
Status sehat atau sakit dalam keluarga saling mempengaruhi satu sama lain. Suatu penyakit dalam keluarga mempengaruhi seluruh keluarga dan sebaliknya mempengaruhi jalanya suatu penyakit dan status kesehatan anggotanya. Keluarga cenderung dalam pembuatan keputusan dan proses terapeutik pada setiap tahap sehat dan sakit pada para anggota keluarga.
Duvall membagi keperawatan keluarga kedalam beberapa tahapan. Salah satunya adalah keluarga dengan anak usi sekolah. Untuk itu, didalam makalh ini, kelompok ingin mengetengahkan proses keperawatan keluarga dengan anak usia sekolah. Tidak lupa kelompok sertakan contoh kasus pemicu beserta pembahasanya.

B.     Tujuan Penulisan
1.      Tujuan Umum
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk mempelajari asuhan keperawatan keluarga dengan anak usia sekolah.
2.      Tujuan Khusus
Setelah mempelajari teori dan konsep asuhan keperawatan keluarga, mahasiswa dapat mengaplikasinya didalam kasusu pemicu tentang :
a.       Perlengkapan data pada pengkajian
b.      Penyusunan diagnosa keperawatan keluarga
c.       Penentuan skoring prioritas diagnosa keperawatan
d.      Penyusunan rencana intervensi keperawatan
C.     Sistematika Penulisan
Makalah ini disusun dengan menggunakan metode studi kasus. BAB I berisi pendahuluan, BAB II berisi tinjauan teori, BAB III penutup.


BAB II
TINJAUAN TEORI
A.    Pengertian
Keluarga menurut duvall ( 1972 ) adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adaptasi, dan kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental dan emosional serta sosial individu yang ada didalamnya, dilihat dari interaksi yang reguler dan tindai dengan adanya ketergantungan dan hubungan untuk mencapai tujuan umum.
Sedangkan menurut departemen kesehatan RI ( 1988 ), keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta tinggal disuatu tempat disatu atap dengan keadaan saling bergantung.

B.     Strukur Keluarga
1.      Strukur peran keluarga, formal, dan informal.
2.      Nilai atau norma keluarga, norma yang diyakini oleh keluarga. Berhubungan dengan kesehatan.
3.      Pola komunikasi keluarga, bagaimana komunikasi orang tua-anak, ayah ibu, dan anggota lain.
4.      Struktur keluarga. Kemampuan keluarga mempengaruhi dan mengendalikan orang lain untuk kesehatan.
Ciri-ciri strukur keluarga terorganisasi : bergantung satu sama lain, ada keterbatasan, perbedaan dan kekhususan, peran dan fungsi masing-masing memegang kekeuasaan ( Patriakal, Matriakal, dan Equalitarian ).
C.     Peran Keluarga
1.      Peran Ayah : pencari nafka, pendidik, pelindung, rasa aman, sebagai kepala keluarga, dan anggota masyarakat.
2.      Peran Ibu : mengurus rumah tangga, pengasuh, atau pendidik anak, pencari nafkah tambahan, dan anggota masyarakat.
3.      Peran Anak : peran psikososial sesuai tingkat perkembangan, baik mental fisik, sosial, dan spiritual.

D.    Fungsi Keluarga ( Freadman )
1.      Fungsi Afektif
2.      Fungsi Sosialisasi
3.      Fungsi Reproduksi
4.      Fungsi Perawatan
5.      Fungsi Ekonomi

E.     Tipe Keluarga
1.      Tipe Tradisional
a.       Keluarga inti ( nuclear family ) terdiri dari ayah, ibu, dan anaknya dari keturunannya atau adopsi.
b.      Keluarga besar ( extendet family ) keluarga inti dan anggota keluarga lain yang masih ada hubungan darah ( kake, nenek, paman, bibi )
2.      Tipe Moderen

F.      Tahapan Perkembangan Keluarga
Duvall membagi tahapan keluarga menjadi 8 tahapan perkembangan keluarga yaitu :
1.      Keluarga pemula
2.      Keluarga yang sedang mengasuh anak
3.      Keluarga dengan anak usia pra sekolah
4.      Keluarga dengan anak usia sekolah
Tahap ini dimulai ketika anak pertama telah berusia 6 tahun ( mulai masuk sekolah dasar ) dan berakhir pada usia 13 tahun ( awal dari masa remaja ). Tugas perkembangan keluarganya adalah :
a.       Mensosialisasikan anak-anak, termasuk meningkatkan prestasi sekolah, dan mengembangkan hubungan dengan  teman sebaya yang sehat.
b.      Mempertahankan hubungan pernikahan yang memuaskan.
c.       Memenuhi kebutuhan fisik anggota keluarganya.
Masalah kesehatan tahap ini adalah :
a.       Orang tua akan memulai berpisah dengan anak karena anak sudah memiliki teman sebaya, hati-hati dengan pengaruh lingkungan anak.
b.      Orang tua mengalami banyak tekanan dari luar, misalnya dari sekolah dan komunitas, menyesuaikan dengan komunitas dan sekolah.
c.       Kecacatan atau kelemahan anak akan tampak pada periode ini dengan pengamatan perawat sekolah dan guru.
5.      Keluarga dan anak remaja.
6.      Keluarga yang melepaskan anak usia dewasa muda.
7.      Orang tua usia pertengahan.
8.      Keluarga dalam masa pensiun dan lansia.

G.    Peran Perawat Keluarga
Dalam meningkatakan kemampuan perawat menyelesaikan masalah kesehatan, perawat dapat berperan dalam keperawatan keluarga sebagai :
1.      Pemantau kesehatan ( health monitor )
Perawat membantu keluarga mengenali penyimpangan kesehatan dengan menganalisis data secara objektif serta membuat keluarga sadar tentang akibat masalah tersebut terhadap perkembangan nggota keluarga.
2.      Pemberi asuhan keperawatan pada anggota keluarga yang sakit.
Selain berperan mencegah dalam penyakit, meningkatkan kesehatan, perawata keluarga tetap berperan dalam memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit.
3.      Koordinator perawatan kesehatan keluarga.
4.      Fasilitator.
5.      Pendidik.
6.      Penasehat.

H.    Tugas Keluarga Dibidang Kesehatan ( SUPRAJITNO, 2003)
1.      mengenal masalah kesehatan keluarga. Orang tua perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan-perubahan yang dialami anggota keluarga. Perubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga secara tidak langsung menjadi perhatian orangtua atau keluarga.
2.      Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga. Tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan siapa diantara keluarga yang memiliki kemampuan memutuskan untuk menentukan tindakan keluarga.
3.      Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan
4.      Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga
5.      Memanfaatkan fasilitas kesehatan disekitarnya bagi keluarga

I.       Tahap Perkembangan Anak Usia Sekolah
1.      Perkembangan biologis
Pada usia sekolah pertumbuhan pada anak laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan, pada anak laki-laki lebih tinggi dan kurus, pada anak perempuan lebih pendek dan gemuk. Pada usia ini pembentukan lemak lebih cepat daripada otot.
2.      Perkembangan Psikososial
Pada masa ini anak-anak selalu melakukan aktivitas bersama atau kelompok.
Menurut Freud perkembangan psikososial pada anak usia sekolah digolongkan dalam fase laten, yaitu ketika anak berada dalam fase oidipus
3.      Perkembangan Kognitif
Menurut Pieget anak berada dalam tahap operasional konkret, yaitu anak mengekspresikan apa yang dilakukan dengan verbal dan simbol kemampuan anak yang dimiliki pada tahap operasional konkret, yaitu :
a.       Konservasi : menyukai sesuatu yang dapat dipelajari secara konkret bukan magis
b.      Klasifikasi : mualai belajar mengelompokkan, menyusun dan mengurutkan
c.       Kombinasi : mulai mencoba belajar dengan angka dan huruf sesuai dengan keinginan yang dihubungkan dengan pengalaman yang sebelumnya
4.      Perkembangan spiritual
Pada usia anak-anak mulai tertarik terhadap surga dan neraka, sehingga mereka mematuhi semua peraturan karena takut masuk neraka.
5.      Perkembangan bahasa
Kosa kata anak bertambah, kealahan pengucapan mulai berkurang karena bertambahnya pengalaman dan telah mendengarkan penguapan yang benar. Pembicaraan yang dilakukan dalam tahap ini lebih terkendali dan terseleksi karena anak menggunakan pembicaraan sebagai alat komunikasi
6.      Perkembangan Seksual
Pada masa ini anak mulai menyesuaikan penampilan, pakaian, dan gerak-geriknya sesuai dengan peran seksnya
7.      Perkembangan Konsep Diri
Dipengaruhi oleh hubungan dengan orangtua, saudara dan saudara lainnya. Dan anak membentuk konsep diri sehingga membentuk ego ideal yang berfungsi sebagai standar perilaku umum yang di internalisasi.


BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
A.    Pengkajian.
1.      Pengkajian yang berhubungan dengan keluarga (sesuai dengan materi askep keluarga)
2.      Pengkajian yang berhubungan dengan anak usia sekolah
a.       Identitas anak 
b.      Riwayat kehamilan dan persalinan
c.       Riwayat kesehatan bayi sampai saat ini
d.      Kebiasaan saat ini (pola perilaku dan kegiatan sehari-hari)
e.       Pertumbuhan dan prekembangannya saat ini (termasuk kemampuan yang telah dicapai)
f.       Pemeriksaan fisik
3.      Lengkapi dengan pengkajian fokus
a.       Bagaimana karakteristik teman bermain
b.      Bagaimana lingkungan bermain
c.       Berapa lama anak menghabiskan waktunya disekolah
d.      Bagaimana stimulasi terhadap tumbuh kembang anak dan adakah sarana yang dimilikinya
e.       Bagaimana temperamen anak saat ini
f.       Bagaiman pola anak jika menginginkan sesuatu barang
g.       Bagaimana pola orang tua menghadapi permintaan anak
h.      Bagaimana prestasi yang dicapai anak saat ini
i.        Kegiatan apa yang diikuti anak selain di sekolah
j.        Sudahkah memperoleh imiunisasi ulangan selama disekolah
k.      Pernahkah mendapat kecelakaan selama disekolah atau dirumah saat bermain
l.        Adakah penyakit yang muncul dan dialami anak selama masa ini
m.    Adakah sumber bacaan lain selain buku sekolah dan apa jenisnya
n.      Bagaimana pola anak memanfaatkan waktu luangnya
o.      Bagaimana pelaksanaan tugas dan fungsi keluarga

B.     Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang muncul terdapat dua sifat, yaitu :
1.      Berhubungan dengan anak, dengan tujuan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usia anak
2.      Berhubungan dengan keluarga, dengan etiologi berpedoman pada lima tugas keluarga yang bertujuan agar keluarga memahami dan memfasilitasi perkembangan anak.
Masalah yang dapat digunakan untuk perumusan diagnosa keperawatan yaitu :
1.      Masalah aktual/risiko
a.       Gangguan pemenuhan nutrisi: lebih atau kurang dari kebutuhan tubuh
b.      Menarik diri dari lingkungan sosial
c.       Ketidakberdayaan mengerjakan tugas sekolah
d.      Mudah dan Sering marah
e.       Menurunnya atau berkurangnya minat terhadap tugas sekolah yang dibebankan
f.       Berontak/menentang terhadap peraturan keluarga
g.       Keengganan melakukan kewajiban agama
h.      Ketidakmampuan berkomunikasi secara verbal
i.        Gangguan komunikasi verbal
j.        Gangguan pemenuhan kebersihan diri (akibat banyak waktu yang digunakan untuk bermain)
k.      Nyeri (akut/kronis)
l.        Trauma atai cedera pada sistem integumen dan gerak

2.      Potensial atau sejahtera
a.       Meningkatnya kemandirian anak
b.      Peningkatan daya tahan tubuh
c.       Hubungan dalam keluarga yang harmonis
d.      Terpenuhinya kebutuhan anak sesuai tugas perkembangannya
e.       Pemeliharaan kesehatan yang optimal


C.     Intervensi
1.      Aktual
Perubahan hubungan keluarga yang berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anak yang sakit
Tujuan : Hubungan keluarga meningkat menjadi harmonis dengan dukungan yang adekuat
Intervensi :
a.    Diskusikan tentang tugas keluarga
b.    Diskusikan bahaya jika hubungan keluarga tidak harmonis saat anggota keluarga sakit
c.    Kaji sumber dukungan keluarga yang ada disekitar keluarga
d.    Ajarkan anggota keluarga memberikan dukungan terhadap upaya pertolongan yang telah dilakukan
e.    Ajarkan cara merawat anak dirumah
f.     Rujuk ke fasilitas kesehatan yang sesuai kemampuan keluarga
2.    Risiko/risiko tinggi
Risiko tinggi hubungan keluarga tidak harmonis berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah yang terjadi pada anaknya
Tujuan : ketidakharmonisan keluarga menurun
Intervensi :
a.    Diskusikan faktor penyebab ketidak harmonisan keluarga
b.    Diskusikan tentang tugas perkembangan keluarga
c.    Diskusikan tentang tugas perkembangan anak yang harus dijalani
d.    Diskusikan cara mengatasi masalah yang terjadi pada anak
e.    Diskusikan tentang alternatif mengurangi atau menyelesaikan masalah
f.     Ajarkan cara mengurangi atau menyelesaikan masalah
g.    Beri pujian bila keluarga dapat mengenali penyebab atau mampu membaut alternatif

3.    Potensial atau sejahtera
Meningkatnya hubungan yang harmonis antar anggota keluarga 
Tujuan : dipertahankanya hubungan yang harmonis
Intervensi :
a.    Anjurkan untuk mempertahankan pola komunikasi terbuka pada keluarga
b.    Diskusikan cara-cara penyelesaian masalah dan beri pujian atas kemampuannya
c.    Bantu keluarga mengenali kebutuhan anggota keluarga (anak usia sekolah)
d.    Diskusikan cara memenuhi kebutuhan anggota keluarga tanpa menimbulkan masalah.


BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Ada beberapa Tahap Perkembangan Anak Usia Sekolah : Perkembangan biologis, Perkembangan Psikososial, Perkembangan Kognitif, Perkembangan spiritual, Perkembangan bahasa, Perkembangan Seksual, serta Perkembangan Konsep Diri
Dalam meningkatkan kemampuan perawat menyelesaikan masalah kesehatan, perawat dapat berperan dalam keperawatan keluarga sebagai : Pemantau kesehatan ( health monitor ), Pemberi asuhan keperawatan pada anggota keluarga yang sakit, Koordinator perawatan kesehatan keluarga, Fasilitator, Pendidik dan Penasehat.


B.     Saran
Keluarga harus berfungsi menjadi perantara bagi tuntutan-tuntutan dan harapan dari semua individu yang ada dalam unit keluarga. Status sehat atau sakit dalam keluarga saling mempengaruhi satu sama lain. Suatu penyakit dalam keluarga mempengaruhi seluruh keluarga dan sebaliknya mempengaruhi jalanya suatu penyakit dan status kesehatan anggotanya. Keluarga cenderung dalam pembuatan keputusan dan proses terapeutik pada setiap tahap sehat dan sakit pada para anggota keluarga.











DAFTAR PUSTAKA
Friedman, M., Marilyn. 1998. Family Nursing : Research, Theory & Practice. USE : Appleton And Lange.
http:/www.scribd.com/tika_arlina/d/50136705-Keluarga-Anak-Usia-Sekolah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar